Bermula di tahun 1997, kami melayani beberapa pecandu narkoba di Jakarta, sampai satu peristiwa salah seorang keponakan saya meninggal karena overdosis dan itu menyadarkan saya bahwa untuk melayani pecandu narkoba tidak bisa dari waktu yang sisa, harus penuh waktu, akhirnya November 1998 keputusan dibuat, dan kami pindah dari Jakarta ke Semarang. Sementara menunggu pembangunan Rumah Damai selesai, kami mulai pelayanan ini di Ungaran dan akhirnya dalam anugerah Tuhan, tepatnya tgl 28 Juli 1999 kami pindah ke Rumah Damai di Gunung Pati Semarang.

Sampai hari ini kami telah melayani lebih dari 650 pecandu narkoba dan mereka datang dari kota-kota di seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Purwokerto, Cirebon, Semarang, Salatiga, Kudus, Jepara, Tuban, Jogyakarta, Surabaya, Bali, Medan, Lampung, Palembang, Ambon, Makasar, Manado, Balikpapan, Samarinda, sampai Papua.

Bagi kami mereka adalah anak-anak kami yang luar biasa, sebagian dari mereka sekarang sudah menikah, bekerja, memiliki usaha mandiri, dan ada yang melayani sebagai gembala sidang di Medan, Bitung, Sulawesi Utara, juga melayani di Rumah Damai.

Bagi kami Rumah Damai adalah rumah bagi anak-anak, kapanpun mereka bisa datang, tinggal dengan kami, karena konsep pelayanan kami adalah menciptakan rumah bagi anak-anak, membawa mereka lahir baru, alami perjumpaan dengan Tuhan, mengalami perubahan karakter dan jadi berkat bagi banyak orang.

Program Rumah Damai meliputi 3 hal, yaitu:

•  Penyembuhan, konsentrasi pd penyembuhan fisik

•  Pemulihan, konsentrasi pd pemulihan jiwa, karakter

•  Sosialisasi, konsentrasi pd persiapan secara fisik kembali ke masyarakat

Total ketiga program tersebut memerlukan waktu minimal 1 tahun

Saya tinggal bersama keluarga saya, isteri Felicia Sutanto dan 3 anak kami yaitu Samuel Christianto Irawan 22 tahun, Grace Christiana Irawan 20 tahun, dan Yosua Christianto Irawan 16 tahun. Mereka adalah juga anugerah terbesar dari Tuhan bagi kami; kesetiaan, ketaatan, kasih, dan perhatian mereka sungguh menginspirasi pelayanan ini.